Menguasai Dunia Hewan: Latihan Soal Ulangan Kelas 10 Semester 2 Bab Animalia

Dunia hewan, atau yang kita kenal dengan kingdom Animalia, adalah salah satu bab paling menarik dan luas dalam pelajaran Biologi. Dari organisme bersel tunggal yang mikroskopis hingga mamalia raksasa yang menghuni lautan, keanekaragaman hayati Animalia sungguh menakjubkan. Untuk mempersiapkan diri menghadapi ulangan semester 2, pemahaman mendalam tentang klasifikasi, karakteristik, dan contoh-contoh hewan dari berbagai filum menjadi kunci.

Artikel ini hadir untuk membantu Anda mengasah pemahaman tersebut. Kami akan menyajikan serangkaian contoh soal ulangan yang mencakup berbagai aspek penting dari bab Animalia, lengkap dengan penjelasan mendalam untuk setiap jawaban. Diharapkan, latihan ini tidak hanya menguji pengetahuan Anda, tetapi juga memperkaya wawasan dan membangun kepercayaan diri dalam menghadapi ujian sesungguhnya.

Memahami Ruang Lingkup Bab Animalia untuk Kelas 10

Sebelum kita melangkah ke contoh soal, mari kita ingat kembali poin-poin penting yang umumnya dibahas dalam bab Animalia di tingkat SMA kelas 10 semester 2. Fokus utama biasanya meliputi:

    Menguasai Dunia Hewan: Latihan Soal Ulangan Kelas 10 Semester 2 Bab Animalia

  1. Ciri-ciri Umum Kingdom Animalia: Apa yang membedakan hewan dari kingdom lain? Ini mencakup sifat heterotrof, eukariotik, multiseluler, pergerakan, dan sistem saraf (pada sebagian besar hewan).
  2. Klasifikasi Animalia: Mempelajari tingkatan taksonomi, mulai dari Filum hingga Spesies. Penekanan diberikan pada klasifikasi berdasarkan ada atau tidaknya tulang belakang (Vertebrata vs. Invertebrata) dan ciri-ciri morfologis serta fisiologis lainnya.
  3. Invertebrata (Hewan Tanpa Tulang Belakang): Mempelajari filum-filum utama invertebrata, termasuk:
    • Porifera (Hewan Berpori): Struktur tubuh, cara makan, reproduksi, dan contohnya.
    • Cnidaria (Hewan Berongga): Struktur tubuh (polip dan medusa), sistem pencernaan, reproduksi, dan contohnya (ubur-ubur, anemon laut, hydra).
    • Platyhelminthes (Cacing Pipih): Ciri-ciri umum, klasifikasi (Turbellaria, Trematoda, Cestoda), dan contohnya (cacing hati, cacing pita).
    • Nemathelminthes (Cacing Gelang): Ciri-ciri umum, bentuk tubuh, sistem pencernaan, dan contohnya (cacing perut, cacing kremi).
    • Annelida (Cacing Bersegmen): Ciri-ciri umum, klasifikasi (Polychaeta, Oligochaeta, Hirudinea), dan contohnya (cacing tanah, lintah).
    • Mollusca (Hewan Bertubuh Lunak): Ciri-ciri umum, bagian tubuh (kaki, mantel, cangkang), klasifikasi (Gastropoda, Bivalvia, Cephalopoda), dan contohnya (siput, kerang, cumi-cumi).
    • Arthropoda (Hewan Beruas-ruas): Ciri-ciri umum, eksoskeleton, metamorfosis, klasifikasi (Chelicerata, Crustacea, Myriapoda, Insecta), dan contohnya (laba-laba, udang, kaki seribu, serangga).
    • Echinodermata (Hewan Berkulit Duri): Ciri-ciri umum, simetri radial, sistem ambulakral, dan contohnya (bintang laut, bulu babi).
  4. Vertebrata (Hewan Bertulang Belakang): Mempelajari subfilum Vertebrata, termasuk:
    • Pisces (Ikan): Ciri-ciri umum, klasifikasi (Agnatha, Chondrichthyes, Osteichthyes), sistem pernapasan, sirkulasi, dan contohnya.
    • Amphibia: Ciri-ciri umum, siklus hidup (metamorfosis), sistem pernapasan, dan contohnya (katak, salamander).
    • Reptilia: Ciri-ciri umum, sistem pernapasan, reproduksi, dan contohnya (ular, kadal, kura-kura, buaya).
    • Aves (Burung): Ciri-ciri umum, adaptasi untuk terbang, sistem pernapasan, dan contohnya.
    • Mammalia: Ciri-ciri umum, kelenjar susu, sistem pernapasan, reproduksi, dan contohnya.
  5. Hubungan Antar Filum dan Peranannya dalam Ekosistem: Memahami bagaimana berbagai kelompok hewan saling berinteraksi dan peran mereka dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Contoh Soal Ulangan Bab Animalia Beserta Pembahasannya

Mari kita mulai dengan contoh-contoh soal yang dirancang untuk mencakup berbagai tingkatan pemahaman, mulai dari ingatan fakta hingga analisis konsep.

Bagian I: Pilihan Ganda

Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Berikut ini yang BUKAN merupakan ciri-ciri umum kingdom Animalia adalah…
    A. Eukariotik
    B. Multiseluler
    C. Autotrof
    D. Memiliki kemampuan bergerak
    E. Heterotrof

    Pembahasan:
    Hewan adalah organisme eukariotik (memiliki inti sel sejati), multiseluler (tersusun dari banyak sel), dan heterotrof (tidak dapat memproduksi makanannya sendiri, melainkan memperoleh dari organisme lain). Kemampuan bergerak adalah ciri umum mayoritas hewan, meskipun ada beberapa yang sesil (menetap) saat dewasa. Sifat autotrof (membuat makanan sendiri) merupakan ciri tumbuhan dan beberapa protista. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah C. Autotrof.

  2. Hewan yang memiliki rongga tubuh sejati (selom) yang terpisah antara lapisan dinding tubuh dan dinding saluran pencernaan disebut…
    A. Aselomata
    B. Pseudokelomata
    C. Coelomata
    D. Tripoblastik
    E. Diploblastik

    Pembahasan:
    Klasifikasi hewan berdasarkan ada tidaknya rongga tubuh (selom) membagi hewan menjadi tiga kelompok:

    • Aselomata: Tidak memiliki rongga tubuh sejati. Contoh: Platyhelminthes.
    • Pseudokelomata: Memiliki rongga tubuh yang tidak sepenuhnya dilapisi oleh mesoderm. Contoh: Nemathelminthes.
    • Coelomata: Memiliki rongga tubuh sejati yang terbentuk sempurna dan dilapisi oleh mesoderm dari kedua sisi (dinding tubuh dan dinding saluran pencernaan). Hewan yang termasuk coelomata adalah Annelida, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.
      Hewan tripoblastik adalah hewan yang memiliki tiga lapisan embrionik (ektoderm, mesoderm, endoderm), sedangkan diploblastik hanya memiliki dua lapisan (ektoderm dan endoderm). Meskipun coelomata biasanya tripoblastik, pertanyaan ini spesifik menanyakan tentang rongga tubuh. Jadi, jawaban yang tepat adalah C. Coelomata.
  3. Filum Porifera dicirikan oleh adanya…
    A. Tentakel dengan sel penyengat
    B. Kaki beruas-ruas
    C. Poros (ostium) dan oskulum
    D. Cangkang kapur
    E. Jalur ambulakral

    Pembahasan:

    • A. Tentakel dengan sel penyengat (knidosit) adalah ciri Cnidaria.
    • B. Kaki beruas-ruas adalah ciri Arthropoda.
    • C. Poros (ostium) adalah lubang masuknya air dan makanan, sedangkan oskulum adalah lubang keluarnya air. Ciri inilah yang sangat khas pada Porifera, yang memungkinkan mereka menyaring makanan dari air.
    • D. Cangkang kapur dapat ditemukan pada Mollusca (Bivalvia).
    • E. Jalur ambulakral adalah ciri Echinodermata.
      Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah C. Poros (ostium) dan oskulum.
  4. Hewan yang memiliki tubuh simetri bilateral, tiga lapisan embrionik, dan memiliki segmen tubuh yang jelas termasuk dalam filum…
    A. Cnidaria
    B. Platyhelminthes
    C. Annelida
    D. Mollusca
    E. Echinodermata

    Pembahasan:

    • Cnidaria memiliki simetri radial.
    • Platyhelminthes memiliki simetri bilateral dan tiga lapisan embrionik, tetapi tubuhnya pipih dan tidak tersegmentasi secara jelas.
    • Annelida memiliki simetri bilateral, tiga lapisan embrionik, dan tubuh yang bersegmen jelas (metameri).
    • Mollusca memiliki simetri bilateral (pada sebagian besar), tiga lapisan embrionik, tetapi tubuhnya tidak tersegmentasi dan lunak.
    • Echinodermata memiliki simetri radial (pada dewasa) dan tiga lapisan embrionik.
      Kombinasi simetri bilateral, tiga lapisan embrionik, dan segmentasi tubuh yang jelas adalah ciri khas Annelida. Jadi, jawaban yang benar adalah C. Annelida.
  5. Ciri khas yang membedakan kelas Gastropoda dari kelas Mollusca lainnya adalah…
    A. Adanya sepasang cangkang yang saling menutup
    B. Tubuh tidak bercangkang atau bercangkang internal
    C. Memiliki kaki berotot yang digunakan untuk bergerak
    D. Memiliki tentakel dan mata pada kepala
    E. Adanya sepasang cangkang yang dapat membuka dan menutup

    Pembahasan:

    • A dan E adalah ciri kelas Bivalvia (kerang-kerangan).
    • B. Tubuh tidak bercangkang atau bercangkang internal bisa ditemukan pada beberapa Mollusca, termasuk beberapa Gastropoda (misal: siput telanjang) dan Cephalopoda (misal: cumi-cumi). Namun, ini bukan ciri pembeda utama Gastropoda.
    • C. Kaki berotot untuk bergerak adalah ciri umum Mollusca, tetapi pada Gastropoda, kaki ini berkembang menjadi struktur yang besar dan digunakan untuk merayap.
    • D. Memiliki kepala yang jelas dengan tentakel dan mata adalah ciri khas Gastropoda. Bentuk kepala dan jumlah tentakel bervariasi, tetapi ini membedakan mereka dari Bivalvia yang tidak memiliki kepala jelas dan Cephalopoda yang memiliki tentakel yang lebih berkembang dan struktur mata yang kompleks. Namun, jika melihat pilihan lain, ciri kaki berotot untuk bergerak yang khas pada Gastropoda (dibandingkan dengan kaki pipih dan lebar pada kerang atau tentakel pada cumi-cumi) juga penting. Mari kita tinjau ulang pilihan yang paling tepat. Gastropoda (siput) secara khas memiliki kaki yang lebar dan datar di bagian ventral untuk merayap.
      Revisi Pemikiran: Pilihan C lebih umum untuk Mollusca. Pilihan D, meskipun ada pada Gastropoda, juga bisa ada pada Cephalopoda. Ciri yang paling membedakan Gastropoda adalah adanya satu cangkang (pada kebanyakan) dan kaki yang digunakan untuk merayap. Jika kita melihat opsi yang ada, pilihan C (memiliki kaki berotot yang digunakan untuk bergerak) adalah ciri yang sangat menonjol pada Gastropoda untuk merayap, meskipun juga ada pada Mollusca lain. Namun, jika kita fokus pada perbedaan antar kelas, Gastropoda paling dikenal dengan siputnya yang merayap menggunakan kaki ventral.
      Mari kita pertimbangkan kembali: Gastropoda memiliki kepala yang jelas dengan tentakel dan mata. Kaki mereka digunakan untuk bergerak. Ciri yang paling membedakan dari Bivalvia adalah satu cangkang (atau tidak ada) dan adanya kepala. Dari Cephalopoda, Gastropoda biasanya lebih lambat dan cangkangnya lebih sederhana.
      Jika kita harus memilih satu, mari fokus pada adaptasi pergerakan yang unik. Kaki Gastropoda sangat khas untuk merayap.
      Namun, mari kita perhatikan soalnya lagi: "Ciri khas yang membedakan kelas Gastropoda dari kelas Mollusca lainnya adalah…"
      Gastropoda: 1 cangkang spiral (umumnya), kaki berotot untuk merayap, kepala jelas dengan tentakel dan mata.
      Bivalvia: 2 cangkang, tidak ada kepala jelas, kaki untuk menggali.
      Cephalopoda: Tidak bercangkang atau bercangkang internal, kaki termodifikasi menjadi tentakel, kepala berkembang baik dengan mata kompleks.

    Pilihan C: "Memiliki kaki berotot yang digunakan untuk bergerak" – ini dimiliki semua Mollusca, jadi bukan pembeda.
    Pilihan D: "Memiliki tentakel dan mata pada kepala" – Ini lebih kuat untuk membedakan dari Bivalvia, tetapi Cephalopoda juga punya tentakel dan mata. Perbedaan ada pada jumlah dan struktur.
    Jika kita melihat buku teks, seringkali kaki berotot untuk merayap pada Gastropoda ditekankan sebagai ciri khas. Namun, jika kita ingin membedakannya dari Cephalopoda, maka kepala dan tentakelnya tidak sekompleks Cephalopoda.
    Mari kita lihat kembali soal nomor 5. Mungkin ada sedikit ambiguitas dalam pilihan yang diberikan. Namun, jika kita harus memilih yang paling "membedakan", maka adanya kaki berotot yang besar dan digunakan untuk merayap (seringkali dengan sekresi lendir) adalah salah satu ciri yang paling sering dikaitkan dengan Gastropoda.
    Jawaban yang paling kuat mencerminkan ciri Gastropoda adalah D, karena kepala yang jelas dengan tentakel dan mata sangat membedakan mereka dari Bivalvia yang tidak memiliki kepala, meskipun Cephalopoda juga memiliki ini.
    Update: Setelah mempertimbangkan ulang, fokus pada kaki berotot yang digunakan untuk merayap (pilihan C) adalah ciri yang sangat diagnostik untuk Gastropoda, yang membedakan cara mereka bergerak dari Bivalvia (menggali) dan Cephalopoda (berenang dengan jet propulsion dan menggunakan tentakel). Meskipun tentakel dan mata ada pada Cephalopoda, cara penggunaan kaki untuk merayap adalah keunikan Gastropoda.
    Jadi, mari kita pilih C. Memiliki kaki berotot yang digunakan untuk bergerak. (Jika ada opsi yang lebih spesifik seperti "kaki berotot yang lebar untuk merayap", itu akan lebih baik).

  6. Manakah dari kelompok serangga berikut yang memiliki dua pasang sayap yang ditutupi sisik?
    A. Ordo Diptera
    B. Ordo Hymenoptera
    C. Ordo Coleoptera
    D. Ordo Lepidoptera
    E. Ordo Hemiptera

    Pembahasan:

    • A. Diptera (lalat): Satu pasang sayap.
    • B. Hymenoptera (lebah, semut): Dua pasang sayap membranosa.
    • C. Coleoptera (kumbang): Sepasang elitra (sayap depan yang mengeras) menutupi sayap belakang.
    • D. Lepidoptera (kupu-kupu, ngengat): Dua pasang sayap yang ditutupi sisik.
    • E. Hemiptera (kutu, walang sangit): Sebagian sayap depan (hemelytra) keras, sebagian lunak.
      Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah D. Ordo Lepidoptera.
  7. Hewan yang bernapas menggunakan insang, memiliki sirip, dan umumnya hidup di air adalah ciri dari kelompok…
    A. Amphibia
    B. Reptilia
    C. Aves
    D. Pisces
    E. Mammalia

    Pembahasan:
    Ciri-ciri tersebut (insang, sirip, hidup di air) adalah karakteristik utama dari Pisces (ikan). Amphibia memiliki insang saat larva, tetapi dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit. Reptilia, Aves, dan Mammalia bernapas dengan paru-paru. Jadi, jawaban yang benar adalah D. Pisces.

  8. Manakah dari pernyataan berikut yang paling akurat menggambarkan perbedaan antara katak (Amphibia) dan ular (Reptilia)?
    A. Katak memiliki kulit lembap dan tidak bersisik, sedangkan ular memiliki kulit kering bersisik.
    B. Katak bertelur di darat, sedangkan ular bertelur di air.
    C. Katak tidak mengalami metamorfosis, sedangkan ular mengalami metamorfosis.
    D. Katak memiliki jantung dengan dua ruang, sedangkan ular memiliki jantung dengan tiga ruang.
    E. Katak adalah hewan berdarah dingin, sedangkan ular adalah hewan berdarah panas.

    Pembahasan:

    • A. Ini adalah perbedaan kunci. Kulit katak lembap dan berfungsi untuk respirasi, sementara kulit ular kering dan bersisik untuk mencegah kehilangan air.
    • B. Katak bertelur di air atau tempat lembap, sedangkan ular umumnya bertelur di darat (beberapa ovovivipar/vivipar).
    • C. Katak mengalami metamorfosis (dari berudu menjadi katak dewasa), sedangkan ular tidak mengalami metamorfosis.
    • D. Katak memiliki jantung tiga ruang (dua atrium, satu ventrikel), dan ular juga memiliki jantung tiga ruang yang lebih berkembang (dengan sekat antar atrium dan sekat parsial di ventrikel).
    • E. Keduanya adalah hewan berdarah dingin (poikiloterm/ektoterm).
      Pernyataan yang paling akurat dan membedakan adalah poin A. Jadi, jawaban yang benar adalah A. Katak memiliki kulit lembap dan tidak bersisik, sedangkan ular memiliki kulit kering bersisik.
  9. Mamalia dicirikan oleh adanya…
    A. Sisik dan kelenjar susu
    B. Bulu/rambut dan kelenjar susu
    C. Kelenjar tiroid dan kelenjar keringat
    D. Paru-paru dan jantung empat ruang
    E. Kelenjar pituitari dan kelenjar adrenal

    Pembahasan:
    Ciri paling khas dan unik dari Mamalia adalah adanya kelenjar susu (untuk menyusui anak) dan adanya bulu atau rambut pada tubuhnya (meskipun pada beberapa mamalia, rambutnya sangat sedikit atau termodifikasi). Pilihan lain mencakup ciri-ciri hewan lain atau organ yang ada di berbagai kelompok hewan. Jadi, jawaban yang benar adalah B. Bulu/rambut dan kelenjar susu.

  10. Peran utama cacing tanah dalam ekosistem adalah sebagai…
    A. Predator bagi serangga kecil
    B. Dekomposer dan aerator tanah
    C. Penyerbuk tanaman berbunga
    D. Konsumen primer pada tumbuhan air
    E. Penyebab penyakit pada tumbuhan

    Pembahasan:
    Cacing tanah mengonsumsi materi organik dari tanah (daun mati, sisa tumbuhan) dan mencernanya, membantu proses dekomposisi. Saat bergerak di dalam tanah, mereka menggali terowongan yang memperbaiki aerasi dan drainase tanah, serta mengembalikan nutrisi ke lapisan atas. Ini sangat penting untuk kesehatan tanah dan pertumbuhan tanaman. Jadi, jawaban yang benar adalah B. Dekomposer dan aerator tanah.

READ  Membekali Sang Juara Cilik: Panduan Lengkap Mengunduh Bank Soal Tematik Kelas 4 Semester 1

Bagian II: Uraian Singkat

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas dan ringkas!

  1. Jelaskan dua ciri utama yang membedakan antara filum Cnidaria dan Platyhelminthes!
    Jawaban:
    Filum Cnidaria (misalnya ubur-ubur, hydra) dan Filum Platyhelminthes (cacing pipih) memiliki perbedaan mendasar:

    • Struktur Tubuh dan Rongga Tubuh: Cnidaria memiliki tubuh yang sederhana dengan satu lubang yang berfungsi sebagai mulut dan anus, serta memiliki rongga gastrovaskular. Mereka termasuk hewan diploblastik (hanya memiliki dua lapisan embrionik: ektoderm dan endoderm). Sebaliknya, Platyhelminthes memiliki bentuk tubuh pipih dorsoventral, saluran pencernaan yang bercabang (meskipun ada yang tidak memiliki anus atau bahkan saluran pencernaan sama sekali pada Cestoda), dan merupakan hewan tripoblastik (memiliki tiga lapisan embrionik: ektoderm, mesoderm, dan endoderm).
    • Sistem Saraf dan Pergerakan: Cnidaria memiliki sistem saraf difus (jaringan saraf tanpa ganglia terpusat) dan beberapa spesies dapat bergerak aktif menggunakan tentakel atau kontraksi tubuh. Platyhelminthes memiliki sistem saraf tangga tali yang lebih terorganisir dengan ganglia otak di anterior dan tali saraf memanjang, serta memiliki kemampuan bergerak yang lebih terarah, misalnya merayap menggunakan silia atau otot.
  2. Mengapa Arthropoda dianggap sebagai filum yang paling sukses dalam hal keanekaragaman dan jumlah spesies? Sebutkan minimal tiga adaptasi yang mendukung kesuksesan mereka!
    Jawaban:
    Arthropoda adalah filum yang paling sukses karena mereka telah berhasil beradaptasi dan mendominasi berbagai habitat di Bumi. Keberhasilan ini didukung oleh beberapa adaptasi kunci, antara lain:

    • Eksoskeleton yang Keras dan Lentur: Lapisan kitin yang keras melindungi tubuh dari predator, kekeringan, dan cedera fisik. Sifatnya yang lentur memungkinkan pergerakan, dan eksoskeleton ini juga berfungsi sebagai tempat perlekatan otot. Namun, eksoskeleton ini perlu diganti melalui proses ekdisis (molting) agar hewan dapat tumbuh.
    • Segmen Tubuh dan Apendiks yang Beruas-ruas: Tubuh yang tersegmentasi memungkinkan spesialisasi fungsi pada setiap segmen. Apendiks (anggota gerak) yang beruas-ruas sangat efisien untuk berbagai fungsi seperti berjalan, berenang, makan, merasakan, dan bahkan reproduksi. Modifikasi apendiks ini sangat beragam dan memungkinkan mereka mengisi berbagai relung ekologis.
    • Sistem Pernapasan yang Efisien (misalnya trakea pada serangga): Sistem trakea memungkinkan distribusi oksigen langsung ke sel-sel tubuh, memungkinkan tingkat metabolisme yang tinggi, yang penting untuk aktivitas seperti terbang.
    • Reproduksi dan Metamorfosis: Sebagian besar Arthropoda memiliki siklus hidup yang mencakup telur, larva, pupa (pada serangga holometabola), dan dewasa. Metamorfosis memungkinkan larva dan dewasa menempati relung ekologis yang berbeda, mengurangi persaingan antar tahap hidup.
  3. Jelaskan mengapa hewan vertebrata diklasifikasikan menjadi Pisces, Amphibia, Reptilia, Aves, dan Mammalia! Faktor-faktor apa saja yang menjadi dasar pengklasifikasian ini?
    Jawaban:
    Vertebrata diklasifikasikan menjadi lima kelas utama tersebut berdasarkan perbedaan mendasar dalam ciri-ciri anatomi, fisiologi, dan cara hidup, yang mencerminkan evolusi dan adaptasi mereka terhadap lingkungan yang berbeda. Faktor-faktor utama yang menjadi dasar pengklasifikasian meliputi:

    • Cara Bernapas: Adanya insang (Pisces), paru-paru dan kulit (Amphibia), paru-paru (Reptilia, Aves, Mammalia).
    • Cara Bergerak: Sirip (Pisces), kaki (Amphibia, Reptilia, Mammalia), sayap (Aves, beberapa Mammalia).
    • Penutup Tubuh: Sisik keras (Pisces, Reptilia), kulit lembap (Amphibia), bulu (Aves), rambut/bulu (Mammalia).
    • Cara Berkembang Biak: Bertelur di air (Pisces, Amphibia), bertelur di darat (Reptilia, Aves), sebagian bertelur, sebagian ovovivipar, sebagian vivipar (Mammalia).
    • Suhu Tubuh: Hewan berdarah dingin (poikiloterm/ektoterm) seperti Pisces, Amphibia, dan Reptilia, serta hewan berdarah panas (homoioterm/endoterm) seperti Aves dan Mammalia.
    • Struktur Jantung: Jumlah ruang jantung (misalnya, jantung dua ruang pada Pisces, tiga ruang pada Amphibia dan Reptilia, empat ruang pada Aves dan Mammalia).
  4. Manakah yang lebih efisien dalam pergerakan di air: bentuk tubuh torpedo pada ikan tuna atau bentuk tubuh pipih pada ikan pari? Jelaskan alasannya!
    Jawaban:
    Bentuk tubuh torpedo pada ikan tuna umumnya lebih efisien dalam pergerakan di air dibandingkan bentuk tubuh pipih pada ikan pari.
    Alasannya adalah bentuk torpedo bersifat streamlined (aerodinamis/hidrodinamis). Bentuk ini meminimalkan hambatan (drag) saat ikan bergerak cepat melalui air. Permukaan tubuh yang halus dan meruncing di bagian depan dan belakang memungkinkan air mengalir mulus di sekeliling tubuh, mengurangi turbulensi. Ikan tuna adalah predator aktif yang perlu mengejar mangsa dengan kecepatan tinggi, sehingga adaptasi bentuk tubuh ini sangat krusial untuk efisiensi energi dalam pergerakan.
    Sementara itu, ikan pari dengan tubuh pipih mereka lebih cocok untuk berenang di dasar laut atau menyergap mangsa dari bawah. Bentuk pipih mereka memberikan stabilitas saat bergerak di dasar dan memungkinkan mereka bersembunyi di sedimen. Meskipun mereka dapat bergerak di kolom air, pergerakan cepat dan efisien dalam jarak jauh lebih khas pada ikan bertubuh torpedo seperti tuna.

  5. Sebutkan tiga contoh hewan dari filum Arthropoda beserta kelasnya masing-masing, dan jelaskan salah satu adaptasi penting yang dimiliki oleh salah satu contoh hewan tersebut!
    Jawaban:
    Berikut adalah tiga contoh hewan dari filum Arthropoda beserta kelasnya:

    1. Kupu-kupu (misalnya Papilio demoleus) – Kelas Insecta (Serangga)
    2. Udang Laut (misalnya Penaeus monodon) – Kelas Crustacea (Krustasea)
    3. Laba-laba (misalnya Araneus diadematus) – Kelas Arachnida (Laba-laba dan Kalajengking)

    Adaptasi Penting pada Kupu-kupu (Insecta):
    Salah satu adaptasi penting pada kupu-kupu adalah sayap yang ditutupi sisik. Sisik-sisik ini tidak hanya memberikan warna dan pola yang indah untuk kamuflase atau menarik pasangan, tetapi juga berperan dalam aerodinamika, memungkinkan penerbangan yang stabil dan manuver yang lincah. Sisik-sisik ini juga membantu dalam mengatur suhu tubuh dan mengurangi kehilangan air.

READ  Menguak Kekayaan Bangsa: Contoh Soal PKn Kelas 10 Semester 2 Bab 6 tentang Keberagaman Masyarakat Indonesia dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

Tips Tambahan untuk Persiapan Ulangan:

  • Buatlah Tabel Perbandingan: Buat tabel yang membandingkan ciri-ciri setiap filum, kelas, atau ordo. Ini sangat membantu untuk mengingat perbedaan-perbedaan kunci.
  • Gunakan Peta Konsep: Visualisasikan hubungan antar filum dan klasifikasi dengan membuat peta konsep.
  • Pelajari Gambar Anatomi: Kenali bagian-bagian tubuh hewan dari gambar anatomi, terutama pada filum-filum yang detail.
  • Hubungkan dengan Kehidupan Sehari-hari: Pikirkan contoh-contoh hewan yang Anda temui sehari-hari dan coba klasifikasikan mereka. Bagaimana adaptasi mereka membantu mereka bertahan hidup?
  • Latihan Soal Lanjutan: Cari soal-soal latihan tambahan dari buku paket, sumber online, atau dari guru Anda.

Menguasai kingdom Animalia memerlukan waktu dan usaha, tetapi dengan pemahaman konsep yang kuat dan latihan yang konsisten, Anda pasti bisa meraih hasil yang optimal dalam ulangan nanti. Selamat belajar!

Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *